Suatu hari seseorang mengeluh kepada Ibrahim bin Adham tentang anaknya
yang banyak. Sang Sufi agung ini menjawab, “Wahai saudaraku, jika setiap
yang ada di rumahmu terdapat orang yang rezekinya bukan dari Allah,
pindahkan dia ke rumahku.”
“Berusahalah untuk memperbanyak
keturunan, karena kalian tidak tahu dari anak yang mana kamu mendapatkan
rezeki.“ Sehingga Umar bin Khattab RA berkata, “Sesungguhnya, aku tidak
suka menyetubuhi isteriku, kecuali jika disertai dengan harapan supaya
Allah memberi rezeki berupa keturunan yang bertasbih kepada Allah dan
mentauhidkan-Nya.“
Rezeki merupakan salah satu rahasia
Allah. Ia tidak bisa dikalkulasi dengaan nalar manusia. Seringkali ia
bergerak diluar jangkauan nalar. Itulah yang disebut dengan rezeki tidak
disangka-sangka. Al Quran mengatakan “Wayarzughu min haitsu laa
yahtasib “ (Ath-Thalaq ( 65 ) : 3). Allah telah menjamin rezeki setiap
makhluk-Nya. Setiap manusia yang terlahir ke dunia sudah dilengkapi
dengan rezekinya masing-masing. Rasul SAW bersabda, “Allah telah
menetapkan takdir semua