“Saya tidak mendapati adanya ajakan kekerasan di dalam teks-teks Al Qur’an, bahkan Kitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru lebih banyak mengajak kekerasan dibandingkan Al Qur’an,” ujar Karen dalam wawancaranya dengan situs Qantara Jerman.
Senin, 23 November 2015
Orientalis Inggris: Islam Adalah Agama Yang Penuh Toleransi
“Saya tidak mendapati adanya ajakan kekerasan di dalam teks-teks Al Qur’an, bahkan Kitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru lebih banyak mengajak kekerasan dibandingkan Al Qur’an,” ujar Karen dalam wawancaranya dengan situs Qantara Jerman.
Selasa, 17 November 2015
Penulis Barat: Setelah Serangan Paris, Mari Kita Berhenti Menyalahkan Muslim
“Kita harus berduka untuk semua korban. Tetapi itu tidak pernah akan berubah sampai kita melihat secara jujur tentang kekerasan yang kita ekspor.” (Ben Norto)
Jumat 13 November 2015, militan membantai sedikitnya 127
orang di Paris dalam serangkaian serangan. Secara serentak, dunia
segera menyalahkan umat Islam. Mereka sering kekurangan bukti, tetapi
tergantung pada kekuatan tumpul kefanatikan anti-Muslim untuk
meningkatkan tuduhan.
Minggu, 15 November 2015
Pengamat: “Murni Persoalan Homeland Security Prancis, Serangan Paris bukan ISIS Pelakunya”
“ISIS tidak akan bisa bergerak semudah itu. Karena Prancis adalah negara yang sangat digdaya di Eropa,” ungkap pengamat hubungan internasional Zarmansyah seperti dilansir Kantor Berita Politik RMOL, Senin (16/11).
Hanya Paris yang Bisa Membuat Menangis
Atas nama kemanusiaan, kita terhentak ketika lebih dari 150 orang roboh meregang nyawa di Paris, Prancis Jumat malam (13/11). Tujuh titik di kota mode itu dikoyak oleh serangan mematikan. Tak terkecuali titik di mana Presiden Prancis, Francois Hollande sedang menikmati pertandingan bola, stadion Stade de France.
Atas nama kemanusiaan pula, Presiden Rusia, Vladimir Putin dengan tegas menyatakan Rusia sangat mengecam pembunuhan tak berperikemanusiaan ini dan siap memberikan semua bantuan untuk menginvestigasinya. Ucapan “bijak” seperti itu dengan mudah keluar dari mulut Putin, semudah ribuan roket meluncur dan menyasar penduduk sipil di Suriah.
Langganan:
Komentar (Atom)