Elmenshawy menuturkan, ketika menelusuri toko Barnes and Noble di
Washington DC, matanya langsung tertarik dengan tulisan berjudul
"Military History Quarterly". Buku itu menuliskan nama Muhammad di
sampul halaman depan.
"Saya penasaran, jadi saya ambil majalah tersebut dan membaca sisa judulnya," ujarnya.
Ia pun membutuskan membeli majalah yang juga dibaca oleh petinggi
angkatan bersenjata AS. Khususnya mereka yang tertarik dengan sejarah
dan merefleksikannya dengan situasi saat ini.




