Oleh: Muhammad Alauddin Azzam, Aktivis GEMA Pembebasan Komsat UGM
Masa demi masa sudah dilakukan bangsa merah putih untuk melakukan perubahan. Sejak 1955, Indonesia mempunyai ambisi untuk mewujudkan hal itu. Yaitu, melalui pemilu. Pada Pemilu 1955, masyarakat memilih anggota DPR dan anggota Konstituante. Namun, pasca pemilu tersebut, kondisi politik Indonesia justru sarat dengan berbagai konflik. Akibatnya, pemilu berikutnya yang dijadwalkan pada tahun 1960 tidak dapat terselenggara.
Masa demi masa sudah dilakukan bangsa merah putih untuk melakukan perubahan. Sejak 1955, Indonesia mempunyai ambisi untuk mewujudkan hal itu. Yaitu, melalui pemilu. Pada Pemilu 1955, masyarakat memilih anggota DPR dan anggota Konstituante. Namun, pasca pemilu tersebut, kondisi politik Indonesia justru sarat dengan berbagai konflik. Akibatnya, pemilu berikutnya yang dijadwalkan pada tahun 1960 tidak dapat terselenggara.
Dalam
beberapa tulisan saya yang lalu di tabloid ini saya menekankan
berulangkali bahwa kebangkitan adalah pondasi utama keyakinan Kristen.
Pondasi keimanan Kristen adalah terletak pada ‘Kematian Yesus’ di kayu
salib. Tanpa ‘Kematian’ maka tidak akan terjadi ‘Kebangkitan’ , dan
tanpa ‘Kebangkitan’ maka Yesus bukan tuhan, alias tidak akan ada
Kekristenan.